Sinergi Lintas Sektor Perkuat Layanan Primer, Daerah Tunjukkan Model Kolaborasi Menuju Indonesia Sehat

  • Sih Budi Daryanto
  • Feb 12, 2026
Kesehatan

Sinergi Lintas Sektor Perkuat Layanan Primer, Daerah Tunjukkan Model Kolaborasi Menuju Indonesia Sehat

Sleman — Kolaborasi lintas sektor kembali ditegaskan sebagai fondasi utama pembangunan kesehatan melalui Lokakarya Mini Lintas Sektor Bidang Kesehatan Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Kapanewon Tempel, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (12/02/2026). Forum ini mempertemukan unsur pemerintah wilayah, fasilitas kesehatan, serta pemangku kepentingan lain guna memperkuat koordinasi program kesehatan berbasis masyarakat.

Kegiatan yang diinisiasi Puskesmas Tempel I dan II tersebut menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan program, memetakan tantangan kesehatan prioritas, serta merumuskan langkah terpadu lintas sektor. Pendekatan ini dinilai penting karena persoalan kesehatan tidak hanya ditentukan layanan medis, tetapi juga faktor sosial, lingkungan, serta perilaku hidup masyarakat.

Kepala Puskesmas Tempel I, dr. Diana Kusumawati, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung integrasi layanan primer. “Kami berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan program kesehatan serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat demi terwujudnya Kapanewon sehat dan pelaksanaan integrasi layanan primer di Kapanewon Tempel,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Puskesmas Tempel II, dr. Novita Dewi, menjelaskan bahwa berbagai program kesehatan telah disusun secara terjadwal dan menyasar seluruh kelompok usia masyarakat. “Program kami mencakup layanan untuk lansia, imunisasi, sanitasi lingkungan, kegiatan ibu hamil dan ibu nifas, hingga anak sekolah, dan semuanya diagendakan setiap bulan. Termasuk juga program pencegahan penyakit menular seperti HIV dan TBC serta penanganan penyakit tidak menular,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa edukasi kesehatan menjadi fokus utama untuk menekan angka penyakit tidak menular, khususnya hipertensi yang masih banyak tidak terdeteksi di masyarakat.“Harapannya ke depan angka PTM, terutama hipertensi, bisa menurun karena saat ini masih banyak masyarakat yang sakit tetapi belum terdiagnosis atau belum berobat. Dengan program edukasi yang rutin, kami berharap angkanya dapat ditekan,” tambahnya.

Forum lokakarya lintas sektor ini mencerminkan arah kebijakan pembangunan kesehatan nasional yang menempatkan layanan primer sebagai pilar utama sistem kesehatan. Melalui sinergi antara fasilitas kesehatan, pemerintah wilayah, dan masyarakat, daerah diharapkan mampu mempercepat pencapaian indikator kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan komunitas.

Dengan terselenggaranya forum kolaboratif tersebut, Kapanewon Tempel menunjukkan praktik baik koordinasi lintas sektor di tingkat wilayah yang relevan bagi daerah lain. Model ini menegaskan bahwa transformasi kesehatan nasional dapat dimulai dari daerah melalui komitmen bersama, partisipasi aktif masyarakat, serta integrasi layanan kesehatan yang berkelanjutan.

(SBD KIM SENYUM TEMPEL)