Di sebuah halaman di sudut Padukuhan Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, terdengar suara obrolan hangat ibu-ibu yang berkumpul sambil bekerja. Tangan-tangan mereka sibuk membersihkan telur, mengaduk adonan, dan membungkus satu per satu telur yang kelak akan menjadi telur asin bercita rasa khas. Mereka adalah anggota Kelompok UMKM Sedogan Makmur.
Siwi Lestari, Ketua II Kelompok UMKM Sedogan Makmur, saat ditemui, Rabu, 17 Juni 2026, mengatakan, “Sesungguhnya yang terdaftar sebagai anggota 40 orang, namun yang aktif mengikuti berbagai kegiatan 25 oranggota”. “Kebanyakan mereka adalah pelaku usaha kuliner dan produsen kue basah”, sambungnya.
Masing-masing memproduksi Kue Lapis Beras, Serabi, Jadah Ketan, Cara Bikang, Catering, Mie Ayam dan jenis kuliner lainnya. Meski memiliki beragam usaha, telur asin menjadi salah satu produk unggulan kelompok. Produk tersebut dipasarkan dengan merek “SM”, singkatan dari Sedogan Makmur. Bahan baku telur diperoleh dari sentra peternakan itik di Padukuhan tetangga.
“Setiap dua minggu sekali kami berkumpul bersama-sama membuat telur asin”, tambah Siwi. “Kegiatan ini bukan hanya untuk berproduksi, namun juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, saling mendukung dan bertukar informasi”, lanjut Siwi.
Setiap bulan kelompok ini mengadakan pertemuan, membahas perkembangan usaha, pemasaran dan mempersiapkan membuka lapak manakala ada event-event keramaian. Forum pertemuan juga menjadi wahana pembelajaran dan saling bertukar pengalaman.
Proses pembuatan telur asin dilakukan dengan teliti. Telur terlebih dahulu direndam selama sekitar satu jam agar kotoran yang menempel mudah dibersihkan. Setelah itu telur digosok menggunakan sabut logam pencuci piring hingga bersih, lalu ditiriskan.
Tahap berikutnya adalah membalut telur dengan campuran abu dapur dan garam. Abu bakar dikumpulkan dari dapur-dapur anggota. Balutan ini berfungsi sebagai media pengasinan yang memungkinkan garam meresap perlahan ke dalam telur. Telur yang telah dibalut kemudian disimpan selama 12 hingga 14 hari. Setelah masa pemeraman selesai, balutan dibersihkan dan telur direbus selama kurang lebih dua jam hingga matang
Kini pemasaran telur asin dan produk UMKM lainnya tidak hanya mengandalkan pasar tradisional atau pesanan langsung. Para anggota juga memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran. Telur asin ini juga diproduksi oleh beberapa anggota, kemudian dipasarkan secara bersama oleh kelompok sehingga memberi manfaat yang lebih luas bagi para pelaku usaha. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)