Ternak Lele Tanpa Bau di Tempel, Sleman

  • Sih Budi Daryanto
  • Jan 14, 2026
Ekonomi , Features

Ternak Lele Tanpa Bau di Tempel, Sleman

Seorang peternak lele kreatif di Dusun Domban, Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, mengembangkan sistem budidaya lele dengan air bersih dan minim bau, tepat di depan teras rumahnya.

Peternak bernama Tri Supatno ini membuat instalasi sederhana berupa enam drum plastik yang berjajar rapi. Setiap drum diisi sekitar 100 ekor lele. “Saya menggunakan pompa air akuarium berkapasitas kecil, hanya untuk mengalirkan air bersih dari atas ke dalam drum,” jelas Tri Supatno saat ditemui pada 13 Januari 2026.

Air bersih dialirkan melalui pipa paralon yang diberi lubang-lubang kecil, sehingga air mengucur merata ke dalam drum. “Air kotor dan sisa limbah yang mengendap di bagian bawah drum saya alirkan keluar,” tambahnya.

Menurutnya, sistem aliran air sederhana ini membuat kondisi air di dalam drum tetap jernih dan tidak berbau. “Air diambil dari sumur, sedangkan limbahnya saya manfaatkan untuk menyiram kebun,” ujarnya sambil menunjukkan ikan-ikan lele yang tampak sehat dan lincah.

Bibit lele yang ditebar berukuran sekitar 4–6 cm. Saat panen, lele dibersihkan sendiri dan dikemas dalam ukuran setengah kilogram per paket. “Paket setengah kilo ini disukai pedagang. Ada yang dijual kembali, ada juga yang langsung digoreng oleh warung pecel lele kaki lima,” jelasnya.

Dalam pelatihan budidaya, Tri Supatno menargetkan nilai FCR (Food Conversion Ratio) sebesar 0,8, artinya setiap 1 kg pertambahan bobot lele idealnya hanya membutuhkan 0,8 kg pakan. “Kalau FCR satu pun, saya masih untung karena saya menjual sendiri hasil panennya. Selisih harga pakan dan harga jual lele masih menguntungkan,” katanya.

Selain menghasilkan, beternak lele juga memberinya hiburan. “Bonusnya, selain jadi hiburan saat memberi pakan, kalau butuh lauk tinggal nyiduk,” ujarnya sambil tersenyum. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)