Tri Supatno, petani lengkap dari lahan hingga pasar.
Tri Supatno (51), petani warga Dusun Domban, Mororejo, Tempel Sleman, layak disebut petani lengkap. Sejak mandiri bertani pada 1992, ia mengelola pertanian dari hulu hingga hilir. Di lahannya, Tri menanam padi sekaligus beragam hortikultura seperti buncis, kacang panjang, cabai, bawang merah, edamame, kubis, bunga kol, pepaya, jagung manis, dan tanaman musiman lainnya.
Prinsip yang ia pegang teguh sederhana namun konsisten: setiap hari harus ada hasil kebun yang bisa dijual. Untuk itu, ia menanam berbagai jenis tanaman dengan pola panen bergiliran. Hasilnya dipasarkan langsung melalui kios miliknya di Pasar Colombo, Jalan Kaliurang, yang ia buka setiap hari pukul 04.00–06.00 pagi sebelum turun ke sawah.
Ditemui di rumahnya pada 28 Desember 2025, Tri menunjukkan persemaian bibit sayur yang ia buat sendiri, serta budidaya ikan lele dalam drum dengan sistem aliran air dari atas dan pembuangan bawah. Lele dipanen setiap 50–60 hari. Di kolam lain, ia memelihara nila putih yang tumbuh cepat dan berukuran besar, sekaligus menjadi hiburan saat pemberian pakan.
Tri juga memproduksi pupuk hayati cair “Bio Saka” berbahan rerumputan terpilih. Konsistensinya menggunakan pupuk alami membuat lahannya pernah dikunjungi Muhammad Anshar, penemu Bio Saka dari Blitar. Saat ini, Tri mengelola sekitar satu hektar lahan, terdiri dari tanah warisan dan sebagian besar dari sewa, dengan dukungan dua pekerja tetap.
(Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)