Uret Mengganas, Petani di Mororejo Gigit Jari

  • Sih Budi Daryanto
  • Jun 05, 2026
Sosial Masyarakat

Empat ratus tanaman pepaya milik Tri Supatno di Desa Mororejo, Tempel, Sleman yang semula subur dan berbuah lebat, tiba-tiba merana dan menjadi kurus, pertumbuhannya terhambat dan tidak berbuah lagi. Di tempat lain di dusun Domban ladang talasnya hancur total.

Semua ini gegara hama uret yang hidup di dalam tanah, bentuknya menyerupai larva melengkung seperti huruf “C”. Diketahui bahwa larva ini ditetaskan oleh sejenis kumbang, namun anehnya, Tri belum pernah melihat bentuk kepompongnya.

“Bukan kebun saya saja, warga lain juga memiliki pengalaman serupa”, katanya sambil mencabut sebuah pohon pepaya yang nyaris tinggal batangnya saja dan menunjukan bagian akarnya yang habis dimakan uret.

“Saya sudah melakukan eksperimen dengan berbagai obat pembasmi hama namun belum ada yang bisa memberantas dengan tuntas”, sambungnya ketika ditemui Kamis, 4 Juni 2026 di tengah kebun kebunnya yang merana. “Cara yang paling ampuh selama ini dengan memancing uret dengan menanam batang singkong di dekatnya. Singkong yang ditancapkan hari ini esoknya sudah dikerubutin uret. Bahkan uret-uret itu masih menempel saat dicabut”, sambungnya. Cara manual ini efektif namun terlalu repot dan sulit diterapkan pada lahan yang luas.

Tri mencurigai hama uret yang tiba-tiba merajalela ini akibat meluasnya penggunaan herbisida pembasmi rumput liar dan gulma. Bisa jadi semak-semak dan tanaman liar yang selama ini tumbuh di sekitar kebun sebenarnya berfungsi sebagai pengalih sasaran atau refugia alami bagi hama tersebut. Ketika vegetasi itu hilang, uret mungkin beralih menyerang tanaman budidaya.

Untuk itu ia mencoba membiarkan semak belukar tumbuh dikebunnya dan menunggu apakah percobaannya kali ini bisa berhasil. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)