UTY dan KIM Senyum Tempel Gelar Pelatihan Produksi Konten, Warga Didorong Jadi Jurnalis Digital yang Bertanggung Jawab
Tempel, Sleman — Upaya meningkatkan literasi digital di tingkat masyarakat kembali digencarkan melalui Pelatihan Produksi Konten untuk Media Sosial yang digelar Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) bekerja sama dengan KIM Senyum Tempel, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Balai Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel ini diikuti puluhan peserta dari unsur pengurus KIM, perwakilan pemuda, hingga pelaku UMKM.
Pelatihan tersebut bertujuan membekali warga dengan keterampilan teknis serta pemahaman etis dalam memproduksi konten informatif dan bertanggung jawab, seiring maraknya peran masyarakat dalam jurnalisme digital.
Ketua KIM Tempel, Muryana, dalam sambutannya menekankan bahwa kualitas informasi warga menjadi faktor penting dalam menjaga ruang media sosial tetap sehat. “Konten yang baik bukan hanya soal viral, tetapi soal tanggung jawab. Warga Tempel harus menjadi produsen informasi yang menyejukkan, bukan memecah belah. Pelatihan ini kami harap membuat masyarakat lebih percaya diri menyajikan informasi yang benar dan bermanfaat,” ujar Muryana.
Ia menegaskan komitmen KIM untuk terus menciptakan ruang belajar yang memperkuat literasi digital warga Tempel.
Ketua pelaksana kegiatan, Yulia Hananya Shinta, menyebut pelatihan ini digelar sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam memahami teknik produksi konten yang efektif. “Banyak warga sudah aktif membuat konten, tetapi belum semuanya memahami cara menyajikan informasi secara akurat dan menarik. Pelatihan ini kami susun agar masyarakat bisa naik kelas—dari sekadar pengguna menjadi pembuat konten yang kreatif dan bertanggung jawab,” kata Hananya.
Narasumber utama, Hans Hermang Mintana, S.Sos., M.A., menegaskan peran strategis jurnalisme warga dalam ekosistem informasi digital saat ini. “Jurnalisme warga adalah pilar demokrasi informasi. Warga memiliki kedekatan dengan peristiwa di lingkungannya—sesuatu yang tidak selalu dimiliki media arus utama. Karena itu, kemampuan verifikasi, etika, dan teknik penyampaian informasi harus menjadi prioritas,” jelas Hans.
Ia mengingatkan bahwa ponsel pintar kini menjadi alat pemberdayaan masyarakat, namun harus digunakan dengan penuh integritas. “Setiap unggahan adalah jejak digital. Akurasi dan integritas harus menjadi landasan utama warga ketika berbagi informasi,” tegasnya.
Pada sesi teknis, peserta mendapatkan materi meliputi: Prinsip dasar jurnalisme warga, Teknik foto dan video informatif, Penyusunan angle berita dan storytelling, Penerapan 5W+1H, Pembuatan caption jurnalistik, dan etika bermedia sosial dan dasar verifikasi fakta
Peserta juga melakukan praktik langsung dengan memotret, merekam video, serta menyusun naskah berita singkat.
Acara berlangsung interaktif, ditandai diskusi mengenai hoaks, tantangan produksi konten, hingga cara membangun kepercayaan publik di era banjir informasi. Banyak peserta mengaku memperoleh wawasan baru yang dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan media sosial komunitas maupun usaha mereka.
Kolaborasi UTY dan KIM Senyum Tempel ini dinilai sebagai langkah konkret memperkuat kapasitas warga di era digital. Dengan penguasaan teknik serta pemahaman etika, masyarakat Tempel diharapkan mampu menjadi bagian dari gerakan jurnalisme warga yang berkualitas dan berintegritas. “Informasi yang baik lahir dari masyarakat yang melek literasi dan mau terus belajar,” pungkas Hans.
SBD/KIM Senyum Tempel