Beragam Kisah Lahir dari Kelas Menulis KIM Goes To School di SMP Muhammadiyah 1 Tempel

  • Sih Budi Daryanto
  • Jul 15, 2026
Sosial Masyarakat , Features

Program KIM Goes To School yang diselenggarakan oleh KIM Senyum Tempel bekerja sama dengan SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Sleman, pada 14 Juli 2026, berhasil menghasilkan 82 karya tulis dari para siswa. Hasil ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari peserta dalam mengikuti pelatihan menulis berbasis praktik.

Sadhono Hadi, pemandu pelatihan menulis, menjelaskan bahwa setelah dilakukan seleksi awal, sebanyak 35 tulisan atau sekitar 42 persen dinilai layak untuk masuk tahap penilaian dewan juri. Capaian tersebut cukup menggembirakan karena sebelumnya panitia memperkirakan hanya sekitar 20 persen karya yang memenuhi kriteria.

Pada tahap berikutnya, karya-karya tersebut akan dinilai berdasarkan empat aspek utama, yaitu alur tulisan, kelengkapan unsur berita (5W+1H), nilai atau daya tarik berita (news value), serta penggunaan bahasa. Dewan juri terdiri atas dua penulis senior KIM Senyum Tempel dan satu perwakilan dari Media Center Sleman. Dari proses tersebut akan dipilih 10 karya terbaik yang direncanakan dimuat dalam Buletin UMKM Kita edisi mendatang.

Dari lima tema yang ditawarkan, yaitu sekolah, tokoh, kuliner, olahraga, dan peristiwa, tema sekolah menjadi pilihan terbanyak. Menurut Sadhono, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh contoh tulisan bertema sekolah yang ditampilkan saat penyampaian materi. Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara untuk pelatihan berikutnya, agar kreativitas dan imajinasi siswa dapat berkembang lebih luas.

Meskipun demikian, banyak siswa yang berani mengembangkan ide di luar tema utama. Berbagai tulisan mengangkat kisah tentang persahabatan, olahraga, kuliner, perayaan desa, pengalaman liburan, hingga kehidupan sehari-hari. Salah seorang siswa menulis tentang pengalamannya menghindari rokok dalam pergaulan remaja. Siswa lainnya menceritakan kehidupan di pondok pesantren beserta pengalaman belajar mandiri. Ada pula sebuah tulisan yang sangat menyentuh mengenai seorang siswa yang pernah berniat berhenti sekolah dan bekerja karena keterbatasan ekonomi keluarganya.

Menurut Sadhono, keberagaman tema tersebut menunjukkan bahwa para siswa sebenarnya memiliki banyak pengalaman dan gagasan yang layak ditulis. Dengan bimbingan teknik menulis yang sederhana, mereka mampu menuangkan pengalaman pribadi maupun peristiwa di sekitar menjadi sebuah karya yang menarik untuk dibaca.

Ia berharap kegiatan KIM Goes To School dapat menjadi langkah awal menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar, sekaligus melahirkan penulis-penulis muda yang mampu mendokumentasikan berbagai potensi, budaya, dan kehidupan masyarakat di lingkungan mereka.

Sadhono juga menyampaikan terima kasih atas support dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, serta kerja sama yang baik dan terbuka dari pihak SMP Muhammadiyah 1 sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Sleman. (SH/KIM Senyum Tempel)