Edukasi Pengolahan Sampah Rumah Tangga di Kromodangsan Tekankan Perubahan Perilaku Sejak dari Rumah
Sleman, 20 November 2025 — Upaya peningkatan kesadaran lingkungan kembali diwujudkan melalui kegiatan “Program Pengolahan Sampah Rumah Tangga” yang digelar oleh KKN-M UNY 25522. Kegiatan edukasi tersebut berlangsung di Posko KKN RT 02 RW 17 Kromodangsan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, dan diikuti antusias oleh perwakilan Dasa Wisma 1 sampai 9 Padukuhan Kromodangsan.
Ketua KKN-M UNY 25522, Apta Yuma Abdul Aziz, yang bertindak sebagai pemateri utama, menegaskan bahwa persoalan sampah rumah tangga merupakan tantangan besar yang harus diatasi melalui perubahan perilaku di tingkat keluarga. Berdasarkan data SIPSN KLHK per Februari 2025, 50,71% timbulan sampah nasional berasal dari aktivitas rumah tangga, dengan 39,43% di antaranya berupa sisa makanan.
“Jika keluarga mampu mengelola sampahnya sendiri, separuh masalah persampahan nasional sesungguhnya sudah teratasi. Rumah tangga memegang peran paling strategis,” ujar Apta dalam pemaparannya.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan jenis-jenis sampah, teknik pemilahan, dan penerapan reduce, reuse, recycle (3R). Sorotan utama kegiatan adalah praktik pembuatan eco enzyme, cairan fermentasi ramah lingkungan yang bermanfaat sebagai pupuk cair, pembersih alami, hingga media pengurang bau pada saluran air. Dua metode, yakni sistem tertutup dan terbuka, dijelaskan secara rinci agar mudah dipraktikkan oleh warga.
Perwakilan pemerintah padukuhan Kromodangsan, Listiana, selaku Ketua PKK Anyelir, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan dalam sambutannya. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Edukasi seperti ini membuat warga lebih paham bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi bisa menjadi sumber manfaat jika diolah dengan benar. Semoga setelah ini praktik pengolahan sampah dapat berjalan konsisten di setiap dasa wisma,” ungkapnya.
Antusiasme warga tampak dari banyaknya peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi. Salah satu peserta, Uli Nur Ahliyah, mengakui bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru. “Ternyata banyak sampah rumah tangga yang bisa dimanfaatkan. Pembuatan eco enzyme juga sangat mudah. Kegiatan seperti ini benar-benar bermanfaat bagi kami,” tuturnya.
Dengan melibatkan kader Dasa Wisma dan dukungan pemerintah padukuhan, program edukasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kromodangsan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, masyarakat, dan pemerintah lokal menjadi contoh sinergi positif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
SBD/KIMSENYUM TEMPEL