Kader Kesehatan Jadi Ujung Tombak, SPPG Perkuat Layanan Gizi Masyarakat di Sleman
SLEMAN — Upaya memperkuat ketahanan gizi masyarakat terus digencarkan melalui pendekatan berbasis komunitas. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan sosialisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyasar kader kesehatan di tingkat desa, sebagai garda terdepan dalam edukasi dan pendampingan masyarakat.
Kegiatan tersebut digelar di ruang pertemuan Kalurahan Lumbungrejo, Tempel, Sleman, pada Senin (13/4/2026), menghadirkan Kepala SPPG Tempel Margorejo 2, Fauzi Adami, sebagai narasumber utama didampingi oleh Kepala SPPG Margorejo 3, R. Ghozi Andika F, dan Aryo Bagus Kepala SPPG Banyurejo Tempel.
Sosialisasi ini diikuti kader kesehatan se-Kalurahan Lumbungrejo, dengan tujuan memperkuat pemahaman tentang peran strategis layanan gizi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dalam paparannya, Fauzi Adami menjelaskan bahwa SPPG merupakan unit layanan di bawah naungan Badan Gizi Nasional yang berfokus pada penyediaan makanan bergizi secara terprogram. “SPPG hadir sebagai pusat layanan gizi yang tidak hanya menyediakan makanan sehat, tetapi juga menjadi bagian dari intervensi pemerintah dalam mencegah masalah gizi seperti stunting dan kekurangan gizi,” ujarnya.
Ia menambahkan, SPPG Tempel Margorejo 2 yang berlokasi di wilayah Gundengan Kidul, Margorejo, telah menjalankan program penyediaan makanan bergizi harian dengan menu seimbang. Menu tersebut mencakup sumber protein seperti lele goreng dan ayam, dipadukan dengan tempe, sayuran, serta buah-buahan.
“Layanan ini menyasar kelompok rentan, mulai dari balita, ibu hamil dan menyusui, hingga siswa SMK. Harapannya, asupan gizi yang baik dapat mendukung tumbuh kembang optimal dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Fauzi.
Sementara itu, Kamituwa Lumbungrejo, Suwanto, yang hadir mewakili lurah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai peran kader kesehatan sangat penting dalam menjembatani program pemerintah dengan masyarakat. “Kami berharap sosialisasi ini memberikan manfaat nyata bagi para kader, sehingga informasi tentang pentingnya gizi dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat luas,” ungkapnya.
Di tingkat kabupaten, SPPG Margorejo 2 merupakan salah satu dari 19 titik layanan serupa yang telah beroperasi di Sleman. Kehadiran jaringan SPPG ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat layanan gizi berbasis wilayah, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan kader di lapangan, program pemenuhan gizi diharapkan tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan.
Sosialisasi seperti ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat memiliki akses terhadap informasi dan layanan gizi yang memadai.
Dengan semakin kuatnya peran kader kesehatan, upaya perbaikan gizi di Indonesia diharapkan dapat berjalan lebih efektif, merata, dan berdampak jangka panjang bagi generasi mendatang. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)