SLEMAN – Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia menjadi tantangan sekaligus peluang untuk membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan mental. Tidak hanya kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis lansia kini dipandang sebagai fondasi penting agar mereka tetap produktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik di usia senja.
Semangat tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Kelas Lansia yang diselenggarakan Pokja 1 PKK Kalurahan Margorejo, Sleman pada Sabtu (18/7/2026) di ruang pertemuan kalurahan Margorejo Kapanewon Tempel kabupaten Sleman.
Mengangkat tema Kesehatan Mental pada Lansia, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses menua secara sehat.
Ketua Pokja 1 PKK Margorejo, Haniroh Astuti, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pembinaan bagi lansia perlu dilakukan secara berkelanjutan karena kesehatan mental memiliki pengaruh besar terhadap kebahagiaan dan kualitas hidup seseorang.
"Memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti berkarya atau kehilangan semangat hidup. Justru pada fase ini para lansia perlu memperoleh dukungan keluarga, lingkungan, dan masyarakat agar tetap merasa dihargai, memiliki peran, serta mampu menjalani kehidupan dengan penuh makna," ujarnya.
Menurut Haniroh, kegiatan kelas lansia juga menjadi ruang silaturahmi yang mendorong para peserta untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring sosial, sekaligus mengurangi rasa kesepian yang kerap menjadi pemicu gangguan kesehatan mental pada usia lanjut.
Sebagai narasumber, psikolog dari Puskesmas Tempel I, Sasriyanti, M.Psi., menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya berarti terbebas dari gangguan psikologis, tetapi juga kemampuan seseorang untuk mengelola emosi, beradaptasi terhadap perubahan, serta tetap mampu menikmati kehidupan sehari-hari.
Ia mengungkapkan bahwa berbagai perubahan yang dialami lansia, seperti penurunan kondisi fisik, kehilangan pasangan hidup, berkurangnya aktivitas sosial, hingga perubahan peran dalam keluarga dapat memicu stres, kecemasan, bahkan depresi apabila tidak dikelola dengan baik.
"Menjaga kesehatan mental dapat dilakukan melalui cara-cara sederhana, seperti tetap aktif berinteraksi dengan keluarga dan teman, mengikuti kegiatan sosial, beribadah, berolahraga sesuai kemampuan, menjaga pola tidur, serta berani menyampaikan perasaan ketika menghadapi masalah. Dukungan keluarga menjadi faktor yang sangat menentukan," jelas Sasriyanti.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu menghilangkan anggapan bahwa perubahan suasana hati pada lansia merupakan hal yang wajar sehingga tidak memerlukan perhatian. Menurutnya, deteksi dini dan pendampingan yang tepat dapat membantu mencegah gangguan mental berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Melalui kegiatan ini, PKK Margorejo berharap kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental lansia semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan yang ramah terhadap kelompok usia lanjut. Dengan kolaborasi keluarga, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, lansia diharapkan dapat menjalani masa tua secara sehat, aktif, bermartabat, serta tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat.(SBD)