Sadhono Hadi Dorong Pelajar Berani Menulis Artikel Sebagai Portofolio Pemikiran

  • Sih Budi Daryanto
  • Jul 16, 2026
Sosial Masyarakat , Features

Keberanian menulis artikel sejak usia sekolah dinilai menjadi salah satu bekal penting bagi pelajar untuk melatih kemampuan berpikir logis, sistematis, dan runtut. Melalui kebiasaan menuangkan gagasan ke dalam tulisan, siswa tidak hanya belajar menyampaikan pendapat secara terstruktur, tetapi juga membangun rekam jejak intelektual yang dapat menjadi portofolio pemikiran di masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Sadhono Hadi saat memberikan presentasi di hadapan sekitar 90 siswa kelas VIII dan IX SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Kabupaten Sleman, Selasa (14/7/2026). Dalam suasana yang interaktif, ia mengajak para siswa agar tidak takut mulai menulis meskipun dari pengalaman sederhana yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Sadhono, kemampuan menulis bukanlah bakat yang hanya dimiliki segelintir orang, melainkan keterampilan yang dapat diasah melalui latihan secara konsisten. Semakin sering seseorang menulis, semakin terlatih pula kemampuannya dalam menyusun alur berpikir, memilih fakta yang relevan, serta menyampaikan pesan secara jelas dan mudah dipahami.

Ia menjelaskan bahwa artikel merupakan salah satu media yang efektif untuk mengembangkan daya nalar. Dalam proses penyusunannya, penulis dituntut mampu menentukan pokok persoalan, mengumpulkan informasi yang mendukung, menyusun argumen secara logis, hingga menarik kesimpulan yang sesuai dengan pembahasan. 

“Proses tersebut secara tidak langsung melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis,” tandasnya bersemangat.

Lebih lanjut, Sadhono menekankan bahwa setiap tulisan yang dihasilkan memiliki nilai sebagai dokumentasi perjalanan intelektual seseorang. Artikel yang ditulis sejak bangku sekolah dapat menjadi portofolio pemikiran yang menunjukkan perkembangan wawasan, minat, dan kemampuan literasi seorang pelajar dari waktu ke waktu.

Selain itu, portofolio tulisan dapat memberikan manfaat jangka panjang. Di samping menjadi bukti kemampuan akademik, kumpulan artikel dapat digunakan sebagai pendukung saat mengikuti berbagai kompetisi, seleksi beasiswa, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena itu, para siswa perlu didorong untuk mulai membangun kebiasaan menulis secara berkelanjutan.

“Membaca sebagai fondasi utama dalam menghasilkan tulisan yang berkualitas. Semakin luas bahan bacaan yang dipelajari, semakin kaya pula sudut pandang yang dimiliki seorang penulis. Kebiasaan membaca dan menulis merupakan dua aktivitas yang saling melengkapi dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah,” terang Sadhono.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Widayatun berharap pihaknya dapat konsisten menciptakan ruang yang mendorong tumbuhnya budaya menulis melalui berbagai kegiatan, seperti lomba penulisan artikel, penerbitan majalah sekolah, media digital, maupun karya ilmiah sederhana. “Dukungan guru dan lingkungan sekolah menjadi faktor penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri siswa untuk menyampaikan gagasan melalui tulisan,” lanjutnya.

Melalui kegiatan literasi, harapannya siswa semakin termotivasi untuk menjadikan menulis sebagai kebiasaan positif yang dilakukan secara rutin. Dengan keberanian menuangkan ide ke dalam artikel, mereka mengasah kemampuan berpikir logis dan runtut, sekaligus membangun portofolio pemikiran yang bermanfaat sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat di masa mendatang. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)