Koordinasi Kewaspadaan Dini dan Pembauran Kebangsaan Diperkuat, Sleman Gelar Rapat Lintas Forum
Sleman — Upaya memperkuat deteksi dini potensi gangguan sosial sekaligus memperkokoh persatuan di tengah masyarakat terus digencarkan pemerintah daerah. Salah satunya melalui rapat koordinasi yang melibatkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman.
Kegiatan yang digelar pada Selasa (14/4/2026) di Rumah Makan “Griyo Dahar Taman Merdiko” ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat akar rumput. Rapat tersebut dihadiri para pengurus dan anggota FKDM serta FPK, yang memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam memantau dinamika masyarakat.
Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Heni Ristiawan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan komitmen para anggota FKDM dan FPK dalam menjaga stabilitas wilayah. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran FKDM dan FPK yang selama ini konsisten menjadi garda terdepan dalam menjaga kewaspadaan dini di masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menginformasikan bahwa ke depan, pertemuan rutin kedua forum tersebut tidak dapat dilaksanakan setiap bulan seperti sebelumnya. Hal ini merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat. “Memang, ke depan pertemuan rutin tidak bisa dilakukan setiap bulan seperti sebelumnya karena adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, hal ini tidak boleh menyurutkan semangat kita bersama,” tegas Heni.
Menurutnya, keterbatasan anggaran justru harus menjadi momentum untuk memperkuat inisiatif, komunikasi, dan koordinasi secara mandiri di lapangan.
“Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial harus tetap menjadi kekuatan utama forum ini dalam menjalankan tugasnya,” tambahnya.
Sementara itu, PLT Panewu Tempel, Muhammad Arif Rahman, menegaskan bahwa kolaborasi antara FKDM dan FPK menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. “Peran FKDM dan FPK sangat vital, terutama dalam mendeteksi potensi konflik sejak dini serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.
Menurutnya, perkembangan informasi yang cepat di era digital turut membawa tantangan baru, mulai dari penyebaran hoaks hingga potensi gesekan sosial berbasis identitas. Oleh karena itu, sinergi antar elemen masyarakat menjadi kebutuhan mendesak. “Koordinasi ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari ikhtiar bersama menjaga kondusivitas wilayah agar tetap aman, damai, dan harmonis,” tambahnya.
Para peserta rapat juga diajak untuk meningkatkan sensitivitas sosial serta memperkuat komunikasi lintas kelompok. FKDM diharapkan mampu menjalankan fungsi deteksi dini secara optimal, sementara FPK berperan aktif dalam membangun jembatan antar komunitas yang beragam.
Salah satu peserta rapat, Imam Nayoko yang merupakan ketua FKDM Kapanewon Tempel, menyampaikan bahwa forum seperti ini sangat membantu dalam menyamakan persepsi dan memperkuat jejaring di lapangan.
“Kami di lapangan sering berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat. Dengan koordinasi seperti ini, kami jadi lebih siap dan terarah dalam mengambil langkah,” ungkapnya.
Langkah yang dilakukan di Sleman ini mencerminkan pendekatan preventif yang kini semakin diutamakan dalam tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia. Tidak hanya berfokus pada penanganan masalah, tetapi juga pada pencegahan sejak dini melalui partisipasi aktif masyarakat.
Dengan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat, diharapkan potensi konflik sosial dapat diminimalisir, sekaligus memperkuat fondasi persatuan bangsa di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas Indonesia. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)