Sleman — Upaya menghadirkan data bayi baru lahir yang akurat terus diperkuat sebagai fondasi perencanaan layanan kesehatan ibu dan anak. Melalui kegiatan pembinaan dan penyamaan persepsi mengenai pendataan bayi baru lahir, para kader kesehatan dari empat kalurahan di wilayah Kapanewon Tempel berkumpul di Aula Lantai II Kalurahan Lumbungrejo, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti kader kesehatan dari Kalurahan Lumbungrejo, Mororejo, Margorejo, dan Merdikorejo. Forum ini menjadi ruang koordinasi antara pemerintah kalurahan, kader kesehatan, dan tenaga medis untuk memastikan setiap kelahiran tercatat secara cepat, lengkap, dan akurat sehingga pelayanan kesehatan dapat diberikan sejak hari-hari pertama kehidupan seorang anak.
Mewakili Lurah Lumbungrejo, Kamituwa Lumbungrejo, Suwanto dalam sambutannya menegaskan bahwa kader kesehatan memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Menurutnya, kualitas data yang dihasilkan kader akan sangat menentukan efektivitas berbagai program kesehatan, khususnya yang menyasar ibu hamil, bayi, dan balita.
"Pendataan bukan sekadar mencatat angka, tetapi memastikan setiap bayi memperoleh hak atas pelayanan kesehatan sejak lahir. Kolaborasi antara kader, bidan, dan pemerintah kalurahan menjadi kekuatan utama dalam membangun data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Materi utama disampaikan oleh tim dari Puskesmas Tempel I yang terdiri atas Bidan Iin Purwaningsih, Bidan Anisa, dan Bidan Sartika. Ketiganya memberikan pembekalan mengenai mekanisme pendataan bayi baru lahir, pentingnya ketepatan waktu pelaporan, serta sinkronisasi data antara kader kesehatan dengan fasilitas pelayanan kesehatan.
Bidan Iin Purwaningsih menekankan bahwa data kelahiran merupakan salah satu indikator penting dalam penyusunan kebijakan kesehatan. Karena itu, setiap informasi yang dihimpun harus memenuhi prinsip akurat, lengkap, dan diperbarui secara berkala.
"Data yang valid akan membantu tenaga kesehatan memantau tumbuh kembang bayi, memastikan imunisasi berjalan sesuai jadwal, serta mendeteksi lebih dini apabila terdapat bayi yang membutuhkan pendampingan khusus," jelasnya.
Sementara itu, Bidan Anisa mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan ketelitian dalam proses pencatatan sekaligus memperkuat komunikasi dengan keluarga maupun tenaga kesehatan. Menurutnya, keberhasilan pelayanan kesehatan sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak di tingkat masyarakat.
Senada dengan itu, Bidan Sartika menambahkan bahwa kader kesehatan memiliki peran yang tidak tergantikan dalam menjangkau keluarga hingga tingkat paling bawah.
"Kader adalah mitra utama puskesmas. Melalui kerja sama yang solid, setiap bayi yang lahir dapat segera teridentifikasi sehingga pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal tanpa ada yang terlewat," ungkapnya.
Kegiatan ini mencerminkan semakin kuatnya komitmen pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan dalam membangun sistem pendataan yang berkualitas. Di tengah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini, akurasi data kelahiran menjadi langkah awal yang menentukan agar setiap anak memperoleh akses pelayanan kesehatan secara adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan.(SBD KIM SENYUM TEMPEL)