Puskesmas Tempel 1 Perkuat Deteksi Dini PTM, Kader Posbindu Dapat Pembekalan Code Stroke
SLEMAN — Upaya penguatan pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) kembali dilakukan Puskesmas Tempel 1 melalui pertemuan kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang digelar di Aula Puskesmas Tempel 1, Rabu (26/11/2025). Pertemuan ini dihadiri oleh kader Posbindu di wilayah kerja Puskesmas Tempel 1 yang dibagi dalam 2 sesi.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin untuk meningkatkan kapasitas kader sebagai ujung tombak pemantauan kesehatan masyarakat di tingkat padukuhan. Kepala Puskesmas Tempel 1, dr. Diana Kusumawati, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran kader dalam upaya preventif PTM yang kasusnya terus meningkat. “Kami sangat mengandalkan kader sebagai mitra terdepan dalam edukasi dan pemantauan faktor risiko PTM di masyarakat. Kehadiran kader-kader posbindu ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kesehatan warga,” ungkap dr. Diana.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber dr. Putrinda Ellanika dari Puskesmas Tempel 1 memberikan materi khusus mengenai Code Stroke, yakni protokol kegawatdaruratan untuk menangani pasien dengan gejala stroke secepat mungkin.
Ia menekankan bahwa stroke merupakan salah satu penyebab kecacatan dan kematian tertinggi, sehingga kemampuan kader mengenali tanda awal sangat krusial. “Code Stroke menekankan kecepatan. Setiap menit menentukan kondisi otak pasien. Kader harus mampu mengenali gejala dan segera mengarahkan keluarga membawa pasien ke layanan medis,” terang dr. Putrinda.
Dalam paparannya, ia juga menyampaikan metode FAST (Face, Arm, Speech, Time) sebagai cara sederhana bagi kader untuk mengenali tanda awal stroke saat bertugas di masyarakat. “Waktu adalah otak. Bila gerak cepat dilakukan, peluang pulih pasien jauh lebih besar. Itulah mengapa edukasi ini sangat penting untuk kader di lapangan,” tegasnya.
Kader posbindu menyimak materi dengan serius, mengingat sebagian besar wilayah binaan mereka memiliki kelompok rentan seperti lansia dan warga dengan hipertensi serta diabetes—faktor risiko utama stroke.
Puskesmas Tempel 1 berharap para kader dapat meneruskan edukasi Code Stroke ini kepada warga, baik melalui Posbindu rutin maupun kegiatan kesehatan lainnya di tingkat padukuhan.
Pertemuan ini sekaligus menegaskan komitmen Sleman dalam menguatkan sistem deteksi dini PTM berbasis komunitas, sebuah langkah penting untuk menekan angka kejadian penyakit kronis di wilayah setempat.
(sbd kim senyum tempel)