Ribuan Jamaah Tumpah Ruah Ikuti Pengajian Ustadzah Mumpuni di Ponpes Hidayatul Muttaqien Lodoyong Lumbungrejo Tempel Sleman
SLEMAN – Suasana Padukuhan Lodoyong, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, pada Sabtu (22/11/2025) malam, tampak berbeda dari biasanya. Jalan-jalan kampung yang sehari-hari lengang mendadak sesak dipenuhi lautan manusia. Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kompleks Pondok Pesantren Hidayatul Muttaqien untuk menghadiri pengajian terbuka bersama pendakwah kondang, Ustadzah Mumpuni Handayayekti.
Sejak sore, arus kedatangan jamaah terus mengalir. Ada yang datang berjalan kaki dari lingkungan sekitar, membawa keluarga lengkap, hingga rombongan dari luar Kabupaten Sleman yang memanfaatkan bus dan kendaraan pribadi. Pengajian baru dimulai pukul 21.15 WIB, tetapi area pesantren telah penuh sejak beberapa jam sebelumnya.
Ustadzah Mumpuni, dai perempuan asal Cilacap yang identik dengan logat ngapak Banyumasan, menyampaikan ceramah dengan gaya khasnya yang komunikatif. Perpaduan antara nasihat mendalam dan gurauan spontan membuat jamaah berkali-kali larut dalam tawa, namun tetap menyimak dengan penuh perhatian.
Dalam materinya, ia menyoroti pentingnya peran keluarga terutama orang tua dalam membentuk karakter anak sejak dini. Menurut dia, pendidikan akhlak tidak cukup hanya dibebankan pada sekolah atau pesantren, tetapi harus dimulai dari rumah.
"Orang tua adalah madrasah pertama. Doa dan bimbingan mereka adalah pondasi. Pesantren membantu menguatkan karakter, tetapi rumah adalah tempat awal anak mengenal kehidupan," ujar Ustadzah Mumpuni dalam tausiahnya.
Ia juga mengajak para jamaah untuk memperkuat hubungan sosial, memperbanyak ukhuwah, dan menjaga semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Besarnya antusiasme jamaah tidak hanya datang dari warga sekitar Sleman. Banyak yang datang dari kabupaten lain di DIY dan Jawa Tengah. Salah satunya Ny. Tiyan (56), jamaah asal Srumbung, Magelang, yang sejak awal menjelang malam telah menempati area tengah untuk mendapatkan tempat lebih dekat dengan panggung utama.
Ia mengaku rela datang jauh-jauh karena merasa mendapatkan manfaat spiritual setiap kali mengikuti ceramah Ustadzah Mumpuni.
“Saya suka cara beliau menyampaikan materi. Santai tetapi mengena, humornya juga khas sekali. Sudah lima kali saya mengikuti langsung pengajian beliau, dan selalu terasa berbeda,” ujarnya.
Pengajian yang berlangsung hingga larut malam tersebut berjalan tertib dengan dukungan keamanan dari panitia pesantren, relawan warga, dan pemuda setempat. Meski jumlah jamaah sangat besar, suasana tetap kondusif. Banyak warga memanfaatkan acara itu tidak hanya untuk mendengarkan tausiah, tetapi sekaligus sebagai ajang silaturahmi.
Kegiatan pengajian akbar ini menjadi bukti bahwa dakwah Ustadzah Mumpuni terus mendapat tempat di hati masyarakat. Kombinasi gaya ceramah yang membumi dan pesan-pesan moral yang relevan menjadikan acara tersebut sebagai momen religius yang dinanti oleh banyak jamaah.
(sbd kim senyum tempel)