Sekolah Rabu Tempel Sleman, Ruang Belajar Sepanjang Hayat untuk Semua Warga

  • Sih Budi Daryanto
  • Jul 01, 2026
Sosial Masyarakat

Belajar tidak hanya berlangsung di bangku sekolah formal. Di Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, semangat belajar sepanjang hayat diwujudkan melalui Sekolah Rabu, sebuah kegiatan pendidikan masyarakat yang terbuka bagi seluruh warga tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun latar belakang pendidikan.

Setiap Rabu pada minggu pertama dan minggu ketiga setiap bulan, Pendopo Kapanewon Tempel berubah menjadi ruang belajar bersama. Mulai pukul 09.00 hingga sekitar pukul 11.30 WIB, masyarakat dapat mengikuti berbagai materi yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, mulai dari keterampilan praktis hingga pengetahuan umum.

Kepala Sekolah Rabu, Ida Ery Kurniawati, saat ditemui di sela-sela kegiatan, Rabu 1 Juli 2026, menjelaskan bahwa setiap peserta hanya dikenai iuran sebesar Rp3.000 setiap kali mengikuti kegiatan. "Dengan biaya yang sangat terjangkau, masyarakat dapat belajar berbagai keterampilan maupun pengetahuan yang bermanfaat," ujarnya.

Pada pertemuan kali ini, sekitar 35 peserta, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu, mengikuti pelatihan membuat brownies crispy berbahan dasar talas. Selain memberikan keterampilan baru, pelatihan ini juga membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan usaha kuliner rumahan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang bisa ditemui di sekitar rumah.

Menariknya, materi Sekolah Rabu selalu berganti sesuai kebutuhan masyarakat. Pada pertemuan berikutnya, peserta akan mendapatkan penyuluhan mengenai perundungan (bullying), sebuah isu yang semakin penting dipahami oleh orang tua, pendidik, maupun masyarakat luas.

Ida menjelaskan, “Tidak ada batasan mengenai materi yang dapat diajarkan. Apa saja yang sedang dibutuhkan masyarakat bisa menjadi bahan pembelajaran. Mulai dari hukum, psikologi, kesehatan, kewirausahaan, kuliner, kerajinan tangan, tata boga, hingga berbagai keterampilan lainnya dapat dipelajari di sini."

Ia menambahkan, sumber materi tidak pernah habis karena delapan kalurahan di Kapanewon Tempel secara bergiliran mengusulkan tema pembelajaran sekaligus menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Pola ini membuat Sekolah Rabu selalu menghadirkan materi yang segar, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan warga.

Program yang telah berjalan sekitar 15 tahun ini berada di bawah koordinasi Pokja II PKK Kapanewon Tempel. Keberlangsungannya menjadi bukti konsistensi gerakan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan nonformal. Pada kegiatan kali ini turut hadir Panewu Anom Kapanewon Tempel, Eni Yuliani didampingi Ketua Pokja II PKK Kapanewon Tempel, Dewi Sulastri, yang memberikan dukungan sekaligus memantau jalannya kegiatan.

Yang membanggakan, Sekolah Rabu mampu menyelenggarakan seluruh kegiatannya secara mandiri, "Alhamdulillah, dari hasil usaha yang kami kelola sendiri, penyelenggaraan Sekolah Rabu dapat berjalan mandiri. Kebutuhan bahan praktik, peralatan, hingga kompensasi narasumber dapat kami penuhi tanpa bergantung pada bantuan dari luar," tutur Ida mengakhiri penjelasannya. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)