Suharno, 84 tahun, peternak ikan dari Turi, Tempel, Sleman, membuktikan bahwa tidak semua anggapan tentang beternak ikan gurame harus dipercaya begitu saja. Salah satu mitos yang ia patahkan adalah anggapan bahwa ikan gurame tidak dapat dipelihara bersama ikan nila dalam satu kolam. Di salah satu kolam miliknya yang berukuran sekitar 2 x 3 meter dengan kedalaman sekitar 1 meter, ikan gurame dan nila pernah hidup berdampingan sampai besar. Tidak ada ikan nila yang mati. “Rahasianya, kedua jenis ikan itu disatukan sejak kecil. Jadi, mereka sudah terbiasa hidup bersama,” jelas Suharno.
Di kolam tersebut, Suharno memelihara sekitar 100 ekor gurame. Menurutnya, hanya satu ekor yang mati. “Kalau sejak kecil sudah bersama, ternyata bisa rukun,” tambahnya. Di kolam lain yang berukuran sekitar 1 x 2 meter, Suharno memelihara puluhan ekor gurame berukuran besar. Bobotnya bahkan lebih dari 2 kilogram per ekor. Sementara itu, di dalam rumah terdapat kolam yang jauh lebih besar, berukuran sekitar 4 x 4 meter. Kolam tersebut berisi ikan gurame yang telah siap dijual.
Bagi Suharno, ikan-ikan itu bukan sekadar hewan peliharaan. Gurame yang sudah besar merupakan aset hidup yang bisa dijual kapan saja ketika membutuhkan dana. Suharno juga memiliki cara tersendiri dalam mengelola air kolam. Berbeda dengan anggapan bahwa kolam ikan harus selalu memiliki air yang jernih dan terus bersirkulasi, ketiga kolam miliknya justru berisi air yang tampak keruh kehijauan dan tidak mengalir.
Akibatnya, ikan-ikan di dalam kolam hampir tidak terlihat dari permukaan. Tetapi, pada Selasa, 21 Juli 2026, saat kolam besar di dalam rumah dikuras dan airnya diganti, barulah terlihat ratusan ikan gurame berukuran besar. Ikan-ikan itu tampak sehat, bergerak lincah, dan tubuhnya berkilat-kilat ketika menggelepar di dalam kolam yang airnya mulai surut.
Pengalaman Suharno menunjukkan bahwa beternak gurame tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang sama. Yang terpenting adalah memahami perilaku ikan, menjaga kualitas air, menyediakan pakan yang cukup, dan melakukan pengamatan secara rutin.
Gurame dikenal sebagai salah satu ikan air tawar bernilai ekonomi tinggi. Ukurannya yang dapat mencapai besar dan dagingnya yang digemari membuatnya banyak diminati konsumen dan rumah makan. Namun, bagi Suharno, kunci utama beternak ikan bukanlah sekadar mengikuti kebiasaan orang lain. Dengan ketekunan, pengalaman, dan keberanian mencoba, ia justru menemukan cara sendiri. Mitos-mitos lama tidak selalu benar. Kadang-kadang, pengalaman di lapangan justru memberikan jawaban yang berbeda. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)