Warga Bergerak, Mitigasi Risiko Pohon Rawan Jadi Agenda Bersama

  • Sih Budi Daryanto
  • Apr 26, 2026
Sosial Masyarakat

Warga Bergerak, Mitigasi Risiko Pohon Rawan Jadi Agenda Bersama

Sleman — Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana terus menguat. Salah satunya tercermin dari inisiatif warga yang secara gotong royong menggelar kegiatan mitigasi risiko lingkungan, dengan fokus pada penanganan pohon rawan tumbang yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (26/4/2026) ini digelar di wilayah Sedogan, RT 01 RW 21, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman. Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang disampaikan melalui tingkat padukuhan, sekaligus menjadi wujud respons cepat berbasis komunitas.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh relawan kalurahan yang tergabung dalam TRC (Tim Reaksi Cepat) Kalurahan Lumbungrejo Tempel. Tim dipimpin langsung oleh Jogoboyo Lumbungrejo, Nugroho Subagyo, yang dalam sambutannya sebelum menuju titik mitigasi memberikan arahan sekaligus motivasi kepada para relawan dan warga. “Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti, tetapi bentuk kepedulian bersama. Keselamatan warga adalah prioritas, dan mitigasi harus dilakukan sebelum risiko itu terjadi,” ujar Nugroho.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap aman, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem yang kian tidak menentu. “Kekuatan kita ada pada kebersamaan. Dengan gotong royong, pekerjaan berat bisa diselesaikan dengan lebih cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.

Giat mitigasi ini tidak hanya melibatkan relawan, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari warga RT setempat. Turut hadir pula Dukuh Sedogan, Aisyah Putri Wulansari, yang ikut memantau langsung jalannya kegiatan di lapangan.

Adapun sasaran mitigasi berupa penebangan pohon rawan tumbang yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan maupun rumah warga. Tercatat sebanyak lima pohon kelapa dan satu pohon durian milik warga setempat menjadi prioritas penanganan dalam kegiatan tersebut.

Dukuh Sedogan, Aisyah Putri Wulansari, menyampaikan apresiasinya atas kesigapan tim relawan kalurahan yang telah merespons cepat laporan warga. “Kami sangat mengapresiasi kerja cepat dan kolaborasi tim relawan. Ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Koordinator lapangan TRC Lumbungrejo, Rohmat Jatmiko menilai, inisiatif semacam ini perlu terus didorong dan direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan mitigasi berbasis komunitas. “Mitigasi tidak harus menunggu program besar. Justru langkah kecil berbasis komunitas seperti ini yang berdampak langsung dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar kegiatan rutin, aksi ini membawa pesan kuat bahwa keselamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Seperti ungkapan yang digaungkan dalam kegiatan tersebut, “sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama.”

Dengan semangat kebersamaan, warga berharap langkah sederhana ini mampu meminimalkan risiko dan menciptakan lingkungan yang lebih aman, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.(SBD KIM SENYUM TEMPEL)