Warga Tempel Menggelar Kerja Bakti Keluarga, Suguhanpun Melimpah

  • Sih Budi Daryanto
  • Jul 12, 2026
Sosial Masyarakat

Kerja bakti biasanya identik dengan kegiatan kaum bapak. Namun suasana berbeda terlihat di RT 07 RW 26 Padukuhan Tegal Domban, Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman. Pada Minggu, 12 Juli 2026, warga menggelar kerja bakti yang melibatkan bapak-bapak sekaligus ibu-ibu sehingga suasana menjadi lebih semarak, akrab, dan penuh kebersamaan.

Ketua RT 07, Dwi Dayat menjelaskan, “Kerja bakti ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan. Keputusan mengenai lokasi dan pelaksanaannya dibahas dalam musyawarah RT yang diselenggarakan pada Jumat malam sebelumnya”.

"Musyawarah RT memutuskan kerja bakti dilaksanakan di Mushola Al Anwar dan sepanjang jalan kampung menuju jalan raya. Kali ini kami juga sepakat mengajak ibu-ibu untuk ikut berpartisipasi agar kebersamaan warga semakin terasa," ujar Dwi.

Dengan jumlah peserta yang lebih banyak, pekerjaan pun dapat diselesaikan lebih cepat. Warga bersama-sama membersihkan halaman mushola, merapikan lingkungan sekitar, serta menyapu jalan kampung sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman.

Kebersamaan juga tampak saat waktu istirahat. Berbagai hidangan tersaji melimpah. Selain aneka gorengan, talas rebus dan roti, tersedia pula buah-buahan seperti pepaya dan nangka yang dipetik dari kebun warga. Minuman yang disajikan pun tidak hanya teh manis, tetapi juga jus sirsak segar buatan warga. Seluruh suguhan merupakan hasil swadaya dan sebagian berasal dari kebun sendiri, mencerminkan semangat berbagi yang masih terpelihara di tengah masyarakat.

Menurut Dwi Dayat, manfaat kerja bakti tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga. "Selain membersihkan lingkungan, kerja bakti menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi, saling mengenal lebih dekat, dan menjaga tradisi gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat," katanya.

Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih hidup dan terus diwariskan. Melalui kerja bakti yang melibatkan seluruh anggota keluarga, rasa memiliki terhadap lingkungan tumbuh semakin kuat sekaligus mempererat persaudaraan di antara warga. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)