Setiap kali berhasil membuat sampel kue, Chef Joko Supardi tidak langsung mengakhiri prosesnya. Kue tersebut terlebih dahulu dibagikan kepada kenalan untuk dicicipi. Dari test itu dapat menilai langsung rasa, tekstur, aroma, hingga tingkat kerenyahan hasil olahan yang baru saja dipraktikkan. Penjelasan itu diberikannya pada pada pelatihan pembuatan kue kering di Pendopo Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Rabu (1/7/2026). Tidak hanya mendemonstrasikan cara membuat kue, Chef Joko juga membagikan pengetahuan yang selama puluhan tahun ia peroleh dari dunia industri bakery.
Dengan bahasa yang mudah dipahami, ia menjelaskan fungsi setiap bahan yang digunakan dalam adonan. Misalnya, perbedaan karakter tepung terigu berprotein tinggi dan sedang, alasan penambahan tepung maizena agar tekstur kue menjadi lebih renyah, hingga perbedaan penggunaan margarin atau minyak sayur terhadap cita rasa, aroma, dan daya simpan produk. Menurutnya, memahami fungsi setiap bahan akan memudahkan seseorang berkreasi dan menghasilkan produk yang konsisten.
Peserta yang berasal dari delapan kalurahan di wilayah Kapanewon Tempel pun memperoleh bekal yang lebih dari sekadar resep. Mereka juga diajak memahami aspek ekonomi usaha pembuatan kue. Chef Joko menguraikan harga setiap bahan baku, menghitung biaya produksi, menentukan harga pokok penjualan (HPP), hingga memperkirakan harga jual yang layak agar usaha tetap menguntungkan. Pengetahuan ini sangat penting bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha rumahan berbasis kuliner.
Pengalaman panjang membuat Chef Joko dikenal sebagai salah satu praktisi bakery yang mumpuni di wilayah Tempel. Selama 15 tahun ia bekerja sebagai Kepala Produksi di Toko Kue Soes Merdeka, salah satu toko kue legendaris di Bandung. Setelah itu, ia melanjutkan karier di Yogyakarta dengan bekerja selama lima tahun di Toko Kue Cita Rasa dan lima tahun di Toko Kue Melia di Beran, Sleman. Di berbagai tempat tersebut, ia banyak mengembangkan resep dan inovasi produk.
Kini, pada usia 46 tahun, ia masih aktif bekerja di sebuah toko roti di kawasan Kotabaru, Yogyakarta. Di sela-sela pekerjaannya, ia juga menerima pesanan berbagai jenis kue, terutama kue ulang tahun, dari rumahnya di Dusun Jetis, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Tempel.
Semangat berinovasi membuatnya kerap mengikuti berbagai lomba kreasi pangan. Kue berbahan dasar tiwul berhasil meraih Juara I pada tingkat Kabupaten Sleman. Inovasi terbarunya, Brownies Talas Crispy, juga sukses meraih Juara I pada lomba kreasi pangan tingkat kabupaten. Selain itu, ia pernah memperoleh Juara II dalam lomba kreasi makanan berbahan dasar mi instan yang diselenggarakan oleh Indomie.
Menurut Chef Joko, sebuah produk tidak akan berhasil hanya dengan sekali percobaan. Setiap resep baru harus melalui proses penyempurnaan berulang kali dan mendapatkan masukan dari calon konsumen. "Brownies Talas Crispy ini saya buat sampai tiga kali. Setiap selesai mencoba, saya meminta beberapa toko langganan untuk mencicipinya. Dari masukan mereka, saya terus memperbaiki komposisi sampai akhirnya mendapatkan rasa dan tekstur yang benar-benar pas," ujarnya.(Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)