Siapa sangka umbi talas yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan makanan tradisional dapat diolah menjadi brownies crispy yang renyah, lezat, dan bernilai jual tinggi. Di tangan seorang chef yang berpengalaman, talas berubah menjadi kue modern yang bahkan pernah meraih prestasi dalam lomba kuliner.
Pelatihan pembuatan Brownies Crispy Talas disampaikan oleh Joko Supardi kepada para peserta Sekolah Rabu di Pendopo Kapanewon Tempel, Sleman, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 35 orang ibu-ibu dari berbagai kalurahan di Kapanewon Tempel yang ingin menambah keterampilan sekaligus membuka peluang usaha rumahan.
"Resep brownies crispy ini dipilih karena pernah menjadi juara lomba kuliner tingkat Kabupaten Sleman pada kategori kue kering," ujar Joko di sela-sela pelatihan yang diselenggarakan oleh Pokja II PKK Kapanewon Tempel setiap Rabu pertama dan ketiga tiap bulan.
Bahan utama yang digunakan adalah tepung talas yang memberikan cita rasa khas sekaligus aroma yang berbeda dibandingkan brownies pada umumnya. Tepung talas dipadukan dengan tepung terigu dan sedikit tepung maizena untuk menghasilkan tekstur yang ringan dan renyah. Adonan juga menggunakan gula, telur, cokelat putih, margarin yang dapat diganti dengan minyak sayur, serta pewarna makanan dan berbagai topping sesuai selera.
Menurut Joko, tepung talas masih belum banyak dijumpai di pasaran. Namun, saat ini telah ada pelaku UMKM di Kapanewon Depok yang memproduksinya sehingga mulai lebih mudah diperoleh. "Kalau belum mendapatkan tepung talas, kita juga bisa membuatnya sendiri. Talas diiris tipis, dijemur hingga benar-benar kering, kemudian diblender dan diayak hingga menjadi tepung yang halus," jelasnya.
Setelah pemaparan materi, peserta langsung mempraktikkan proses pembuatannya. Tahap pertama adalah mengocok bahan-bahan basah hingga sedikit mengembang. "Tidak harus memakai mixer listrik. Dengan pengocok manual pun bisa, asalkan adonan tercampur rata dan sedikit berbusa," terang Joko.
Selanjutnya bahan-bahan kering dimasukkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga membentuk adonan yang lembut. Jika adonan terlalu kental, dapat ditambahkan sedikit minyak sayur agar lebih mudah diratakan.
Adonan kemudian dituangkan ke dalam loyang dengan ketebalan yang tidak berlebihan agar menghasilkan brownies yang tipis dan renyah setelah dipanggang. Loyang dipanggang dalam oven sekitar 15 menit sambil sesekali diputar agar tingkat kematangannya merata.
Tahap terakhir menjadi salah satu kunci keberhasilan brownies crispy. Kue harus segera dipotong ketika masih hangat dan teksturnya masih lunak. Bentuk potongan dapat disesuaikan dengan selera, seperti persegi panjang, persegi, atau bentuk lainnya. Setelah benar-benar dingin dan kering, brownies akan menjadi renyah, harum, dan siap disajikan maupun dikemas sebagai produk usaha.
Kepala Sekolah Rabu, Ida Ery Kurniawati berharap pelatihan-pelatihan semacam ini dapat mendorong ibu-ibu untuk berkreasi membuat produk modern berbahan dasar sederhana, guna menambah penghasilan keluarga.(Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)