SLEMAN – Penguatan sektor perikanan berbasis masyarakat terus menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kelompok perikanan di tingkat desa didorong tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengembangkan usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan
Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan Pembinaan Kelompok Perikanan LPM Kalurahan Lumbungrejo yang digelar di Warung Dahar Taman Merdiko Tempel, Sleman, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan menghadirkan penyuluh dan praktisi perikanan sebagai narasumber, serta diikuti para anggota kelompok perikanan dan unsur pemerintah kalurahan.
Mewakili Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo, Carik Herman Subagyo menyampaikan bahwa sektor perikanan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional dan didukung kolaborasi berbagai pihak.
"Kelompok perikanan bukan sekadar wadah berkumpul para pembudidaya, tetapi menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Pemerintah kalurahan akan terus mendukung berbagai upaya pemberdayaan agar potensi lokal mampu berkembang secara optimal," ujar Herman.
Materi pertama disampaikan oleh Budi Kuncoro Jati Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL) Kapanewon Tempel. Ia menjelaskan pentingnya penerapan teknik budidaya ikan yang baik, mulai dari pemilihan benih berkualitas, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan yang tepat, hingga pencegahan penyakit ikan. Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menjaga keberhasilan usaha budidaya.
"Keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh luas kolam, tetapi juga oleh pengetahuan dan kedisiplinan dalam menerapkan teknik pemeliharaan. Dengan terus belajar dan memanfaatkan pendampingan, produktivitas dapat meningkat sekaligus menekan risiko kerugian," jelas Budi.
Sementara itu, praktisi budidaya ikan Warjono membagikan pengalaman lapangannya dalam mengelola usaha perikanan secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya ketekunan, inovasi, serta kemampuan membaca peluang pasar agar usaha budidaya mampu memberikan nilai tambah bagi keluarga.
"Budidaya ikan membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Jangan takut mencoba inovasi, tetapi tetap berpegang pada prinsip budidaya yang benar. Jika dikelola dengan baik, sektor ini mampu menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan," ungkap Warjono.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai teknik pemeliharaan, efisiensi biaya produksi, hingga strategi menghadapi tantangan budidaya di tengah perubahan cuaca.
Pembinaan seperti ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kelompok perikanan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan bergizi, sektor perikanan rakyat memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(SBD)