Terik matahari siang tidak menyurutkan semangat Sugeng menyelesaikan pekerjaannya. Di temui Kamis, 16 Juli 2026 di halaman sebuah Taman Kanak-kanak di Padukuhan Tegal Domban, Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pria itu tampak tekun menghias pagar tembok dengan aneka gambar berwarna cerah.
Duduk di atas bangku kecil, Sugeng ditemani beberapa kaleng cat, kuas dengan berbagai ukuran, serta alat pengikis cat. Dengan gerakan tangan yang mantap, ia menghidupkan dinding polos menjadi media penuh warna yang menarik perhatian anak-anak.
Memasuki tahun ajaran baru, pesanan melukis pagar dan dinding sekolah mulai berdatangan. Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar menjadi pelanggan utamanya. Berbagai tokoh kartun yang akrab di mata anak-anak ia lukiskan dengan cepat, bahkan tanpa melihat contoh gambar.
"Sudah hafal, Pak," ujar Sugeng sambil mengoleskan cat tanpa ragu. "Biasanya saya hanya membuat sketsa dasar sederhana untuk menentukan letak gambar. Setelah itu tinggal menyelesaikan detailnya."
Pria berusia 50 tahun warga Padukuhan Kadisono ini telah menekuni seni lukis tembok selama sekitar 30 tahun. Kegemarannya menggambar telah tumbuh sejak kecil. Meski hanya lulusan SMP dan tidak pernah mengenyam pendidikan seni rupa secara formal, kemampuan melukisnya berkembang melalui latihan, pengalaman, dan ketekunan.
Menurutnya, melukis tembok merupakan pekerjaan sambilan yang dilakukan ketika ada pesanan. Hasil karyanya tidak hanya mempercantik lingkungan sekolah, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Dinding yang dihiasi gambar-gambar edukatif dan tokoh kartun mampu membangkitkan minat serta semangat anak-anak untuk datang ke sekolah.
Di luar pekerjaan melukis tembok, Sugeng sehari-hari mengajar seni menggambar di beberapa Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. Ia juga membuka bimbingan menggambar bagi anak-anak yang ingin mengembangkan bakatnya.
"Saya tidak memasang tarif. Orang tua memberi seikhlasnya. Saya menganggapnya sebagai sedekah ilmu," tuturnya.
Bagi Sugeng, keahlian yang dimilikinya merupakan anugerah yang patut disyukuri. Ia meyakini bahwa rezeki akan datang kepada siapa saja yang mau terus berkarya dan memberikan manfaat bagi orang lain.
"Saya bersyukur Allah memberi saya kemampuan ini. Banyak orang mencari pekerjaan, sedangkan saya, alhamdulillah, pekerjaan yang datang mencari saya," ujarnya sambil tersenyum. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)